Rabu, 24 Oktober 2012


SYAIR

DUA SISI BERBEDA
(dalam hidup)

Malam dan kedamaian
Tenggelam oleh judi kehidupan
Sebagian terbuai mimpi misteri memabukkan

Sayap-sayap gila berdansa mengganggu semesta
Berpesta pora dengan bebas dan merdeka
tak perduli mengukir sejarah di tempat terhina
tak pernah berhenti mencipta dilema

Dan sisi kehidupan yang terabaikan
Bersama seri yang tak lagi nyata
Asik dan lirih terdengar bertasbih
Dalam bebas tanpa kebebasan
Dengan bibir yang bergetar tajam
Ditemani seribu bisu buah kealfaan

Rasa dingin dan kabut di definisikan
Sebagai penyatuan diri bersama alam
Meski sungguh bukan kenyataan
Lebih kepada alasan dan pembenaran
PANORAMA KEHIDUPAN
Puisi Siti Halimah

Angin bertiup kearah sang penghidupan
Menikmati panorama dipagi hari,
Merasakan sejuknya alam yang damai.

Para burung mulai keluar dari rumahnya,
Berterbangan dan mulai mencari apa yang harus dia cari

Awan hitam yg menyelimuti,
Kini berubah menjadi Awan Biru Keindahan
dan menjadi Langit yg menakjubkan.

Lukisan-Lukisan yg menghiasi Langit Pagi,
menambah kedamaian hati
dan membuat mata menjadi Kagum.

Itulah Tuhan,
Sang Pencipta abadi.
Menciptakan segala rupa,
dan menikmati hasil karyanya tentang
Indahnya Panorama Kehidupan. 



Allah tempat kita bergantung
agar kita selalu beruntung
jangan sampai kita terpasung
jangan bimbang dan jangan pula bingung

hanya Allah yang selalu di hati
tempat kita untuk berbakti
bermunazat dan bersaksi
sampai akhir kiamat nanti
mari kita perbanyak dzikir
kepada Allah yang Maha Basir
agar kita selalu berpikir
dijauhkan dari sifat kikir
semua manusia kan pasti mati
baik petani ataupun menteri
mari kita bercermin diri
agar kita tak sampai merugi
hidup ini hanya sementara
semua makhluk kan pasti binasa
jangan sampai kita tergoda
oleh tipu daya dunia
dunia ini sudah akhir
jangan sampai kita tergelincir
mari kita terus berdzikir
Koruptor


Koruptor . . .
Kau sangat menyengsarakan
Kau membiarkan rakyat menderita
Kau membiarkan rakyat terlantar

Koruptor . . .
Apakah kau tidak menyadari ?
Perbuatanmu merugikan orang lain
Juga merugikan dirimu sendiri

Koruptor . . .
Kau adalah bedebah
Kau adalah sampah masyarakat
Kau adalah tikus yang memakan uang rakyat

Koruptor
Apakah kau akan terus begini
Menjalani hidup seperti ini
Tidak memikirkan orang lain

Koruptor
Semoga kau sadar
Atas perbuatanmu sendiri
Semoga, di negeriku ini
Tak ada koruptor lagi
Ibu... 
kau berlian dihati kami

Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai
dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah
harap
Di setiap sholat malammu

Ibu...
Kami hanya ingin menjadi sebuah
impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam
pundak kami

Ibu...
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar